Kita dan Alam

Nama : herika agustina
Nim :17.01.021.018
Dosen Pembimbing : Izzul Islami, M.Eng.


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Halo semuanya, kali ini saya kan sharing tentang kegiatan berfaedah ala anak BIOTEK dalam meperingati Hari Sumpah Pemuda di Kawasan Ai Lemak Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

                 PEMUDA ZAMAN NOW

                 "CLEANING BEACH DAN TRANSPLANTASI KARANG”


        Ada apa dengan tanggal 28 Oktober?


       Tanggal 28 oktober merupakan tanggal yang dapat dikatakan historical bagi rakyat Indonesia, khususnya pemuda. Tanggal 28 Oktober merupakan Hari Peringatan Sumpah Pemuda. Setiap tahunnya, tidak pernah terlewatkan untuk dirayakan, dan setiap daerah, instansi-instansi merayakannya dengan cara yang berbeda-beda dan memiliki keunikan tersendiri. Bertepatan dengan tanggal 28 Oktober 2018, Fakultas Teknobiologi , Universitas teknologi Sumbawa, ikut memperingati hari Sumpah Pemuda dengan cara yang sedikit  berbeda dari yang lainnya. Yaitu dengan melakukan kegiatan “cleaning beach dan Trasplantasi terumbu karang” dikawasan pantai Ai Lemak, Sumbawa.
Kegiatan ini, bukan hanya sekedar kegiatan untuk memperingati atau untuk kita sebagai pemuda untuk kembali mengenang bahwa pernah ada pemuda yang pernah yang berjuang untuk Indonesia, tetapi kegiatan ini memiliki arti penting yang mendalam bahwa kita sebagai pemuda haruslah mampu membuat perubahan kearah yang positif. Dengan dilakukannya kegiatan clean up dan transplantasi terumbu karang ini mencoba untuk membuka kesadaran kami sebagai pemuda untuk melihat kehidupan sekitar bahwa masih banyak yang perlu diperbaiki dan dibenahi. Poin penting dari peringatan ini yang tidak bisa dilewatkan yaitu “Upacara”.

Upacara dilaksanakan di kawasan pantai Ai Lemak, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan bersih-bersih pantai. Hal ini dilakukan supaya kehidupan organisme yang hidup disekitar pantai tidak terganggu karena adanya sampah-sampah, terutama terumbu karang. Keberadaan sampah-sampah anorganik di pesisir pantai jika terbawa arus sampai ke dalam laut,  lama kelamaan akan tenggelam dan menutupi pertumbuhan karang , dan dapat menyebabkan kematian pada karang (Sutra, 2015).
Kegiatan selanjutnya yaitu Transplantasi Terumbu Karang yang berlokasi di sebelah Utara  dari tempat bersih-bersih pantai.  Seperti yang kita ketahui, bahwa Indonesia merupakan Negara yang memiliki keanekaragaman karang terbesar di dunia, yaitu sekitar 80  genera dan 750 jenis (Asean Regional Centre for Biodiversity Conversation(2002) dalam Aslan(2005)). Hal ini disebabkan karena Indonesia terletak dalam kawasan segitiga karang dunia (coral Triangle) (Harianto, Univ. Halu Oleo).

Terumbu karang itu apa sih? Bagaimana perannya dalam ekosistem?

Terumbu karang merupakan ekosistem yang sangat berperan penting di perairan, yang didalamnya hidup berbagai macam makhluk air. Menurut Burhan (2013) terumbu karang adalah ekosistem yang khas dimana memiliki produktifitas dan keanekaragaman yang tinggi. Ekosistem terumbu karang memiliki fungsi yang penting bagi kehidupan ekologi pantai dan pesisir, terutama sebagai nutrient bagi habitat yang berada di sekitarnya. Selain itu, juga berfungsi sebagai pelindung pantai dari abrasi dan degradasi. Mengingat pentingnya fungsi dan keberadaan terumbu karang, maka diperlukan pengolahan agar ekosistem terumbu karang dapat berfungsi secara optimal.
Menurut penelitian Rudianto (2007), bahwa saat ini di Indonesia diperkirakan hanya 5,23% terumbu karang yang dapat dikatakan dalam keadaan baik, sedangkan 31,17% dalam kondisi rusak. Sebagaimana diketahui bahwa terumbu karang membutuhkan waktu yang lama untuk bisa tumbuh. Nah, dalam hal ini metode translasi merupakan metode yang tepat untuk mengembalikan keseimbangan karang. Translasi ini dimaksudkan yaitu unuk menumbuhkan karang ditempat lain atau ditempat yang sudah rusak. Menurut sadarun (1999) ini bertujuan untuk pemulihan atau pembentukan karang secara alami dengan cara pencangkokan atau pemotongan karang hidup

Metode dalam transplantasi terumbu karang.

Metode yang kami gunakan adalah dengan menggunakan metode Substrat semen ( cor) dan pipa paralon sebagai tempat di ikatkannya sampel yang akan di transplantasikan.

Dari beberapa alternative metode transplantasi karang yang ada,  metode ini bagus digunakan karena lebih kokoh dan kuat, ekonomis dan juga efektif,  tahan lama serta ramah lingkungan. Karang yang sudah dipotong dari jenis Acrospora Sp, kemudian diikatkan pada pipa paralon , selanjutnya di letakkan kedalam air laut pada kedalaman ±0.5 m. seperti yang telah kita ketahui, bahwa dalam pertumbuhannya karang sangat membutuhkan pasokan cahaya matahari yang cukup. Jika pasokan cahaya matahari atau intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam air laut yang mengenai karang berkurang, maka akan berpengaruh pada jumlah zooxanthela (Amalina dkk, 2015).


Berdasarkan kegiatan yang kami lakukan, kami dapat menmberikan gambaran akhir atau kesimpulan bahwa sampah-sampah yang ada di pesisir pantai juga memberikan pengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup lain yang ada di pantai serta terumbu karang yang ada di Indonesia saat ini daalm keadaan yang sangat meprihatinkan sehingga kita perlu sesuatu cara untuk melestarikannya dengan salah satu caranya yaitu Transplantasi.























                        DAFTAR ACUAN


I, Z Amalina dkk . 2015. Nilai Hue dan Densitas Zooxanthela pada Karang Acrospora Sp.di Ekosistem Terumbu Karang Pulau Karmunjawa. Jurnal Of Maquares Volume a, Nomor 2.

Aslan, Ld. 2002. TNC-WWf- jaringan Kerja Reef Check Indonesia, 2005( Asean Regional Centre for Biodiversity Conversation, 2002 dalam Aslan (2005).

Burhan, dkk. 2013. Transplantasi karang Acrospora aspera dengan Metode Tali di Perairan Teluk Awun, Jepara. Buletin Osenografi Marina. Vol 2. Hal 22-23.

F.N.Sutra. 2015. Pengaruh Sampah Anorganik Terhadap Kondisi karang Keras. Skripsi. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Hasanuddin Makassar.

Rudianto, M. E. 2007. Keindahan yang Belum Terjaga.  CoreMAP II. Jakarta.

Sadarun,1999. Transplantasi Karang Batu di Kepulauan Setibu, TEluk Jakarta. [Tesis]. Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan. Institut Pertanian Bogor.

Komentar